Rabu, 30 Mei 2012

Tips trik memilih nama Domain



Nama domain seperti halnya nama orang yang ada di jagad raya ini. Setiap orang diberikan nama untuk mengidentifikasi dirinya sehingga memiliki perbedaan jati diri dengan orang lain. Begitu pula nama domain yang akan melekat pada satu situs internet dan memberikan jati diri tersendiri pada situs itu. Bedanya, kalau nama orang masih bisa terdapat kesamaan dalam tulisan. Namun, nama domain tidak akan sama dari sisi penulisan meski terdapat banyak situs yang didirikan, sehingga terlihat unik.
Sebenarnya, tiap situs yang ada di dunia maya sudah diberikan internet protocol (IP) address. Tanpa menuliskan domainnya, suatu situs bisa langsung diakses dengan nomor tertentu yang unik dimiliki tiap situs. Namun, penggunaan IP address dianggap tidak praktis dan lebih susah diingat.
Bayangkan saja jika pengguna internet mesti menghapal deretan panjang IP address yang jumlahnya mungkin sudah mencapai ratusan juta. Penggunaan nama domain mempermudah pengguna internet untuk menemukan situs yang mereka cari dengan cepat.
Menggunakan juga lebih mudah dalam melakukan pencarian lewat mesin pencari (search engine) seperti google atau yahoo. Domain lebih mudah terindeks dalam database mesin pencari untuk selanjutnya bisa dilacak keberadaannya oleh pengguna lain. Domain juga akan memberikan identitas unik terhadap situs dalam membangun branding.
Misalnya, sebuah merek produsen komputer memakai nama perusahaannya untuk domain situs resmi mereka. Pengguna internet tinggal mengetik sebuah alamat yang langsung menuju ke situs resmi tersebut karena mudah dikenali. Beda halnya jika alamat situs masih memakai deretan angka IP.
Dalam praktiknya, pemilik situs mencantumkan nama domain mereka sesuai dengan tema situs yang akan mereka angkat. Kadang namanya cukup aneh sehingga banyak orang lebih mudah mengingat keanehan nama tersebut. Tidak sedikit pula situs memakai nama yang kurang menjual, terlalu umum, atau mirip dengan situs lainnya.Akibatnya, kemungkinan pengguna internet susah mengingatnya, atau beberapa situs yang punya ejaan nama cukup mirip tampil bersama di halaman depan situs mesin pencari.

Cara Memiliki Nama Domain dan Situs
Untuk bisa memiliki nama domain, Anda mesti menyewa ke penyedia jasa domain. Sewa domain biasanya berjangka selama satu tahun. Satu tahun sekali mesti dilakukan pembayaran untuk perpanjangan sewa domain jika masih ingin melanjutkan nama itu menjadi milik Anda. Kalau tidak diperpanjang, domain dengan nama unik tersebut dianggap hangus dan boleh dimiliki oleh orang lain.
Setelah itu, yang perlu dilakukan adalah memilih dan menyewa hosting. Hosting ibarat tempat untuk menaruh berbagai data yang diperlukan untuk membangun sebuah situs. Hosting merupakan “rumah” bagi situs Anda yang akan bekerja setiap saat selama masa sewa.
Di server bisa ditempatkan file instalasi dari produk situs berbasis CMS, seperti wordpress atau joomla. Atau, kalau mau membuat sebuah situs yang lebih profesional, file juga ditempatkan di-hosting. Hosting bisa juga untuk menyimpan file css, html, javascript, video, gambar, hingga php.
Tergantung Anda mau diapakan “rumah” itu. Domain dan hosting ini saling dikoneksikan. Sehingga, domain menjadi pintu masuk agar pengguna internet bisa membaca data yang tersimpan di hosting Anda. Inilah gambaran singkat prasyarat memiliki situs sendiri. Kreativitas pemilik dalam mengisi konten di dalamnya, menjadi salah satu faktor yang membuat situs banyak dikunjungi atau tidak.
Perlu Anda tahu, nama domain saat ini punya akhiran beraneka rupa. Perbedaan tiap akhiran tergantung peruntukan dari tujuan situs itu didirikan. Pembagian jenis domain di antaranya sebagai berikut:
  • Domain .com: Domain ini diperuntukkan untuk situs yang dipakai untuk tujuan komersial atau bisnis.
  • Domain .net: Pemakaian domain ini untuk situs yang berhubungan dengan network dan infrastrukturnya.
  • Domain .org: Domain diperuntukkan bagi keberadaan sebuah organisasi atau perkumpulan.
  • Domain .info: Pemakaiannya untuk situs yang memuat informasi. 
Di samping itu, menurut sumber Depkominfo, ada beberapa jenis domain untuk website yang berlaku di Indonesia. Akhiran nama menjadi acuan latar belakang dari tujuan dibuatnya suatu situs. Berbagai jenis domain ini adalah:
  • Domain .ac.id: Domain ini menjadi penanda dari situs yang dimiliki oleh sekolah tinggi, perguruan tinggi, atau yang berhubungan dengan lembaga akademis.
  • Domain .co.id: Domain ini untuk keperluan bisnis atau komersial.
  • Domain .web.id: Diperuntukkan untuk domain suatu situs milik pribadi maupun organisasi.
  • Domain .net.id: Domain untuk organisasi yang bergerak dalam izin penyelenggara jasa telekomunikasi.
  • Domain .or.id: Domain ini untuk organisasi yang tidak masuk dalam domain ac.id, co.id, net.id, go.id, dan sebagainya.
  • Domain .sch.id: Domain ini dipakai untuk situs resmi sekolah.
  • Domain .go.id: Domain tersebut hanya dipakai untuk instansi pemerintahan
  • Domain .mil.id: Untuk kalangan militer, domain jenis ini yang dipakai.
  • Domain .war.net.id: Bagi warung internet, disediakan jenis domain ini.
Seseorang, organisasi, atau suatu badan usaha bisa memilih nama domain mereka sendiri. Setelah itu, mereka juga bisa memilih akhiran nama domain sesuai denga jenisnya. Jika Anda menggunakan situs hanya untuk blogging, mungkin bisa pakai domain yang berakhiran .com, .info, atau .web.id. Sementara untuk yayasan atau organisasi, bisa memilih domain .com, atau .or.id. Terserah pemilik situs mau menyewa domain apa. Pastinya, penggunaan tiap domain ada syarat dan ketentuan yang mesti ditaati.

Tips Memilih Nama Domain
Nama  yang baik memengaruhi seberapa sering situs akan mendapat banyak kunjungan. Dalam dunia search engine optimation (SEO), domain yang memiliki unsur kata kunci yang kuat akan lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari. Jadi, memilih nama sebaiknya tidak asal-asalan agar mudah mendapat kunjungan yang banyak.
Terkait dengan pemilihan nama domain, coba perhatikan tips berikut ini:
  • Pilihlah nama yang cukup singkat dan mudah untuk dilafalkan. Nama singkat juga mempermudah pengunjung untuk mengingat. Hindari memakai nama yang punya banyak karakter huruf, apalagi menyatukan antara angka dan huruf seperti bahasa alay. Jangan samakan domain dengan menulis kata untuk password yang memperhatikan sisi keamanan.
  • Sebaiknya nama domain memperhatikan konten dari situs yang Anda buat. Jika situs Anda misalnya berfokus pada bisnis lampu hias, mungkin bisa memilih domain lampuhias.com atau lampuhias.co.id. Penyesuaian nama dengan konten situs akan mempermudah pengguna internet untuk mengidentifikasi perkiraan isi situs milik Anda.
  • Domain sebaiknya dibuat berdasarkan keyword yang sering dicari melalui  mesin pencari. Sehingga, ketika banyak orang mencari situs dengan kata kunci populer, dia bisa “nyasar” ke situs Anda. Anda akan terbantu dalam promosi web secara gratis.
  • Pakailah kata yang gampang dieja tanpa perlu memasukkan tanda hubung "-" atau angka di dalamnya. Namun, kalau stok suatu nama sudah tidak ada karena dipakai situs lain, Anda bisa membubuhkan tanda hubung "-" pada nama domain Anda. 
Memang nantinya nama menjadi agak mirip dengan situs lain. Tapi, ini bisa untuk mengakali agar situs Anda juga dikunjungi melalui mesin pencari. Karena, mesin pencari tidak membedakan pencarian dengan tanda hubung atau tidak. Namun, kalau nama domain terlalu panjang, tanda hubung diperlukan agar tidak dianggap sebagai spam.
  • Sebisa mungkin, pilihlah domain dengan akhiran yang kerap dipakai sebagai domain internasional, yaitu .com. Pengguna .com paling besar jumlahnya saat ini dan kebanyakan pengguna lebih mudah mengingat domain dibanding yang lain karena seringnya disematkan pada nama mayoritas situs.
Keberadaan situs sudah menjadi kebutuhan untuk mengomunikasikan berbagai hal kepada masyarakat dunia. Pemakaian nama domain yang efektif, akan memudahkan masyarakat global untuk mengenali situs Anda dan berinteraksi dengan konten di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar